blackberryindonesia.com

Informasi yang layak untuk anda jadikan referensi

Kandungan Nutrisi Berikut Sebaiknya Terdapat dalam Makanan Anak Kucing yang Anda Berikan

Kandungan Nutrisi Berikut Sebaiknya Terdapat dalam Makanan Anak Kucing yang Anda Berikan

Apakah Anda baru saja mendapatkan seekor kitten atau anak kucing? Baik dengan cara mengadopsi atau karena induk kucingnya baru saja melahirkan, seekor kitten memang sangat menggemaskan. Hal selanjutnya untuk Anda pikirkan adalah makanan anak kucing yang sehat. Dalam hal ini, sebenarnya menyiapkan makanan kucing kecil tidaklah terlalu rumit.

Hal utama untuk diperhatikan adalah kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Usahakan agar kucing kecil di rumah Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuhnya. Untuk itu, pada artikel kali ini akan diuraikan apa saja kebutuhan nutrisi pada seekor kitten, yakni sebagai berikut.

  1. Kandungan Kalori

Pada masa awal pertumbuhannya, anak kucing membutuhkan asupan kalori dengan kadar cukup tinggi. Asupan tersebut berasal dari protein dan lemak. Oleh karena itu, usahakan agar makanannya memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi daripada makanan kucing dewasa.

Kalori tinggi dari protein dan lemak ini dibutuhkan dalam tubuh seekor anak kucing untuk membentuk otot, tulang, dan organ-organ tubuh lainnya.

Dalam hal ini, terdapat standar mengenai kadar minimal protein dan lemak untuk seekor kitten dari Association of American Feed Control Officials atau AAFCO. Menurut lembaga ini, kadar protein pada makanan kitten sebaiknya tidak kurang dari 30 persen. Sementara untuk kadar lemaknya sebaiknya tidak kurang dari 9 persen.

  1. Kandungan DHA

Docosahexaenoic Acid (DHA) atau dikenal juga sebagai lemak omega 3 merupakan kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh anak kucing. Hal ini karena zat tersebut diperlukan dalam proses perkembangan otak dan matanya.

Zat ini hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil. Sebagaimana dilansir oleh AAFCO, sebaiknya DHA dalam makanan harian kitten memiliki kadar tidak kurang dari 0,01 persen.

  1. Kandungan Vitamin dan Mineral

Selain protein, lemak, dan DHA, makanan kitten sebaiknya juga memiliki kandungan vitamin dan mineral dalam jumlah cukup. Di antaranya adalah vitamin E dan Selenium. Keduanya dapat berperan sebagai antioksidan dengan fungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak kucing.

Berdasarkan standar yang diberikan oleh AAFCO, dalam konsumsi harian dibutuhkan vitamin  E dalam kadar minimal 40 IU/kg. Sementara untuk Selenium dibutuhkan minimal 0,3 mg/kg.

Di samping kedua zat tersebut, terdapat zat-zat mineral lain berupa fosfor dan kalsium yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh kitten. Keduanya bertanggung jawab dalam proses pembentukan tulang agar menjadi sehat dan kuat. Kadar minimal yang dibutuhkan adalah 0,8 persen untuk fosfor dan 1 persen untuk kalsium.

Demikianlah beberapa zat yang harus terdapat dalam makanan anak kucing. Semua nutrisi tersebut sudah terkandung dalam Pro Plan Wet Kitten sebagai produk makanan khusus untuk kucing berusia sampai 1 tahun. Untuk memperkaya pilihan, tersedia 2 varian dengan bahan daging ayam atau salmon yang bisa dipilih untuk kucing kecil Anda.

Rahasia Membuat Masakan Jadi Enak

Rahasia Membuat Masakan Jadi Enak

Untuk menghadirkan cita rasa masakan yang enak memang harus membutuhkan proses yang panjang, dimana dari sisi cara memasak misalkan kemudian dari pemilihan bumbu yang tepat sampai dengan takaran penggunaan bumbunya haruslah pas.

Maka dari itu, apapun masakan yang anda olah maka bumbu dan cara memasak adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Jika anda ingin mengahdirkan masakan instan yang enak maka bisa saja menggunakan bumbu penyedepan misalkan memilih salah satu dari produk nestle seperti maggi magic lezat misalkan dan yang lainya.

Nah ini dia kira kira trik rahasia, tips dalam membuat masakan menjadi lebih enak antara lain:

Masak sampai matang atau tidak

Ada dua tehnik dalam memasak, entah itu ikan, daging atau sayuran. Dimana ini harus anda sesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan ayam, ini harus dimasak sampai benar benar matang dulu baru digoreng.

Kalau langsung digoreng mentah misalkan, maka tingkat kematangan daging bagian dalam akan tidak sempurna, sehingga bisa jadi ketika anda makan paha ayam misalkan masih ada bercak darah yang menempel dan ini tentu saja kurang etis.

Kemudian jenis yang lain seperti telur, jika memungkinkan ada dua pilihan masak setengah matang atau sampai matang kembali lagi dengan kebutuhan anda harus disesuaikan juga tentu saja.

Kemudian yang lain misalkan jenis sayuran, dimana ada jenis sayuran yang umumnya digunakan sebagai lalapan maka tidak usah dimasak dan sebaliknya.

Takaran bumbu yang tepat

Kemudian trik kedua adalah dalam hal penggunaan bumbu masakan, anda harus paham rasa masakan yang belum matang dan sudah matang bisa jadi akan berubah terutama ketika anda memasak makanan yang berkuah.

Maka dari itu tips sederhana dalam mengecek rasa masakan berkuah adalah pada saat misalkan satu menit sebelum anda mematikan kompor dengan mengecilkan api terlebih dahulu. Anda cicipin dulu kalau sudah pas maka bisa dimatikan karena semakin menyusut kuahnya maka rasanya akan terus berubah tentu saja.

Cara dalam menyajikan masakan

Kemudian yang tidak kalah penting adalah mengenai cara dalam penyajian makanan. Anda harus tau makanan jenis apa yang disajikan itu rasanya sangat enak ketika masih panas, atau ada jenis makanan yang harus disajikan bersamaan dengan pendamping lain.

Makanan kuah misalkan bakso, jika ada orang yang membeli dibungkus maka sebaiknya mie dipisah karena kalau langsung digabungkan mie akan mengembang dan masakan tentu saja tidak enak.

Penyajikan lain juga berkaitan dengan kemasan. Kemasan makanan saji memang sepele, namun dari kemasan yang sempurna tentu saja akan mengahdirkan kualitas dan cita rasa yang baik juga dan memang harus anda perhatikan dengan baik.

Nah itu dia kira kira tips sederhana dalam membuat masakan menjadi enak, terutama anda harus pahami dari dua aspek yakni cara memasak dan bumbu.

Minum Susu Sebagai Pengganti Makan bagi Lansia. Bolehkah ?

Minum Susu Sebagai Pengganti Makan bagi Lansia. Bolehkah ?

Secara umum, semakin bertambahnya umur maka akan berbanding lurus turunya nafsu makan. Alasan kenapa lansia cenderung malas untuk makan adalah kondisi gigi yang tidak lagi kuat seperti dulu karena jumlahnya yang sedikit sehingga makanan tidak terkunyah dengan baik menjadi susah untuk di telan. Efeknya dari hal tersebut lansia sering kali mengalami masalah pada pencernaan pada tubuhnya. Saat ini banyak sekali tersedia susu pengganti makan lansia untuk alternatif nutrisi pada lansia, tapi apakah hal tersebut boleh di lakukan pada lansia yang sulit untuk makan?

Sebenarnya boleh saja para lansia minum, malah hal tersebut lebih bagus. Tapi bukan berarti harus mengganti makanan seutuhnya dengan susu tanpa mengkonsumsi makanan lainya.

Memang hal yang lumrah jika para lansia memang lebih suka mengkonsumsi susu di bandingkan dengan makan berat. Susu tidak perlu mengunyah sehingga energi yang dibutuhkan sedikit serta mudah di telan. Tetapi meminum susu tanpa mengkonsumsi makanan lainya bisa berakibat pada menurunya sistem imun pada tubuh karena kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik.

Apabil hanya mengkonsumsi susu tentunya tidak cukup karena tidak semua yang di butuhkan oleh tubuh terpenuhi oleh susu, walaupun tujuan minum susu untuk meningkatkan imun tubuh tapi kalau tidak di samil dengan mengkonsumsi makanan lain malah berbahaya bagi tubuh yang rentan sakit.

Jadi apa saja yang harus di konsumsi oleh lansia selain susu?

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa di coba untuk lansia agar mau mengkonsumsi makanan selain susu.

  1. Cari tau alasannya

Sebuah ilmu dasarnya yang harus di terapkan ketika menemui lansia yang sudah tidak mau makan ada menanyakan secara baik baik apa alasan ia tidak mau makan. Apakah karena memang susah mengundah, makanan tersebut tidak cocok dengan tubuhnya sehingga ketika setelah mengkonsumsi terdapat efek negatif yang di rasakan dll

Dengan tau alasan kenapa lansia tidak mau makan, maka akan lebih mudah mencari solusi yang tepat. Tidak hanya menerka nerka. Dan apabila tidak mau makan karena mengalami gangguan kesehatan saat mengkonsumsi makanan tertentu, maka bisa di konsultasikan ke dokter atau orang yang lebih ahli di bidangnya.

  1. Makan sesuai kebutuhan

Lansia membutuhkan makanan yang mampu meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terkena serangan bakteri ataupun virus. Beberapa makanan yang mudah di konsumsi oleh lansia serta bergizi tinggi di antaranya adalah ikan tuna, roti dengan selai sesuai selera, yoghurt dan keju bisa menjadi alternatif makan bergizi untuk lansia.

  1. Jangan memaksa

Lansia cenderung lebih sensitif, jadi jagalah modnya agar mau makan. Dekatilah secara perlahan, biacarakan baik-baik agar mau makan.

Berdasarkan pengalaman pribadi, lansia lebih suka makan bersama-sama dengan keluarga atau orang-orang yang di kenalnya.